Tampilkan postingan dengan label Politics. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politics. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Juni 2009

Triduopoliticonosyndromma

Hampir tiap hari gue ngejek ketiga kandidat capres - cawapres. Digabung kebiasaan gue nyeletuk, ini bisa kedengeran kurang ajar banget.

(Di menteng)
Nyokap : Macet banget jalanannya?
Gue : Megawati lagi deklarasi ama anak jalanan kali, poco - poco sama pengamen di tengah jalan. Nggak puas dia di Bantargebang doang.

(Di rumah, iklan SBY Presidenku)
Bokap : Ini bukan lagunya Indomie ye?
Nyokap : Iya ya mirip.
Gue : Ekonomi kerakyatan tuh, make slogan produk lokal.

(Radio, iklan JK yang lepas sepatu)
Orang di radio : "Seorang pemimpin negara, mau melepas sepatunya, untuk menunjukkan bahwa ini ekonomi kerakyatan."
Gue : Kakinya gerah kali....

Soalnya ketiga calon banyak bacot, sudah keliatan hasilnya ketika memimpin negara. Ya, kita kasih deh kesempatan kedua....

Kamis, 21 Mei 2009

Political View?

Perlu gue jelasin bahwa gue punya gelar B.S dalam bidang Sosial Politik. Alias Bull - Shit.

Beberapa menit lalu gue ngebaca sebuah blog tentang politik. Isinya tentang "political view" dari beberapa pakar politik. Sekarang saatnya sedikit "view" dari gue. Menurut gue, politik di Indonesia udah campuraduk, bukan cuma sama pejabat, tapi juga melingkupi SEMUA aspek kehidupan rakyat Indonesia TANPA KECUALI. YA, TANPA KECUALI! Politik bukan cuma di Senayan doang. Politik ada dimana - mana. Dilakukan siapa saja. Bahkan WC umum tempat kita buang hajat kemungkinan besar hasil "keahlian politik" orang lain.

Kita tidak mungkin lepas dari hal politik, selama kita hidup di Indonesia. Kenapa tidak mungkin? Kan tidak ada yang tidak mungkin? OH, DI INDONESIA BEDA SAMA NEGARA LAIN BUNG. Kita adalah negara "legowo". Sangat legowo. Orang korupsi, polisinya "legowo". Orang menyabot dana rakyat, semua "legowo". Giliran rakyat mengutil nasi dari negara, polisi sudah tidak "legowo" lagi.

Bukannya tidak optimis, tapi memang itu kenyataannya. Kenapa kita tidak mungkin lepas dari kutukan "legowo" ini Karena kita terlalu "legowo" sama sikap kita sendiri! Kita menyatakan ketidakpuasan, tapi ngangkat pantat aja nggak.

Jadi kalau mau Indonesia berubah, jangan ngeliatin doang! Jangan apatis. Justru karena kita terjebak dalam politik, maka kita harus aktif dalam membawa kehidupan berpolitik Indonesia ke arah yang lebih baik. Caranya? Gue nggak mau ngedikte, silakan lakukan cara kita sendiri.